*PELARIAN YANG TINGGAL DI KEPALA*


*PELARIAN YANG TINGGAL DI KEPALA*

Pelarian itu nggak selalu kabur fisik. 
Kadang dia tinggal di pikiran. Halus. Nggak kedengeran. Tapi kerjanya nyata.

Waktu kita nggak nyaman sama hidup sekarang, pikiran otomatis lari ke "andai". 
"Andai punya duit banyak." "Andai punya pasangan lain." 
Itu pelarian batin. Dan hati-hati, pikiran itu bisa narik realita.

Masalahnya, kalau realita yang datang lahir dari pelarian, biasanya ada cacatnya.

*CONTOH DUIT* 
Lagi bokek. Capek kerja keras tapi hasilnya segitu-segitu aja. 
Di kepala muncul: "Gimana caranya dapet duit cepat ya. Duit kaget." 

Nggak lama beneran dapet. Ikut bisnis yang katanya sekali deposit langsung balik modal. Awalnya iya. Pas udah masukin semua, perusahaannya tutup. 
Atau dapet THR gede, tapi sekalian sakit karena dipaksa lembur sebulan penuh. 
Duitnya ada. Tapi lewat jalan yang bikin nyesek.

*CONTOH HUBUNGAN* 
Nggak suka sama pasangan sekarang. Rasanya nggak cocok, nggak didengar. 
Di dalam hati ngidam: "Maunya yang pengertian, dewasa, setia." 

Terus ketemu orang baru. Semua checklist masuk. Seneng banget awalnya. 
Tiga bulan jalan, baru kerasa. Pengertian tapi ngatur. Dewasa tapi dingin. Setia tapi posesif. 
Yang diminta dikasih. Tapi disertai kecacatan yang seimbang. 

*KENAPA BISA GITU* 
Karena yang kita tarik bukan "yang terbaik". Tapi "pelarian dari yang sakit". 
Energinya beda. Energi pelarian itu energi kurang. Jadi semesta ngasih, tapi ngasih paket komplit sama ujiannya.

Ibarat minta payung pas hujan. Dikasih. Tapi payungnya bolong.

*JADI GIMANA* 
Bukan berarti jangan berharap. Boleh. 
Tapi ubah dulu tempat berdirinya. Jangan minta sambil lari. Minta sambil tenang.

Terima dulu di mana kita sekarang. Baru bangun pelan-pelan mau ke mana. 
Karena manifestasi yang lahir dari tenang, hasilnya lebih utuh. Nggak ada bom waktu di belakangnya.
Manifestasi yg lahir dari pelarian, tentu membawa kecacatan. 

Pelarian di kepala itu nyata. Dan tagihannya juga nyata.

0 Response to "*PELARIAN YANG TINGGAL DI KEPALA*"

Post a Comment