CERMIN YANG RETAK


CERMIN YANG RETAK 
Suatu hari aku berdiri di depan cermin  
Ia tidak pernah berbohong  
Saat aku merasa baik, ia tunjukkan burukku  
Saat aku merasa suci, ia tunjukkan retakku

Aku marah  
Karena aku tidak siap melihat bayang yang berlawanan  
Lalu aku cari cermin lain  
Cermin yang selalu bilang: "kamu sempurna"  
Cermin yang menutupi semua yang tidak jujur  
Dan aku percaya

Tapi cermin itu kosong  
Ia hanya memantulkan apa yang ingin aku dengar  
Bukan apa yang perlu aku tahu  
Dan rasa sakit dari kebohongan  
Ternyata lebih dalam dari sakitnya kejujuran

Aku kembali  
Dengan langkah pelan ke cermin yang dulu  
Tapi pintunya sudah tertutup  
Karena di malam aku marah  
Aku sendiri yang membantingnya

Kini ia tidak bisa lagi memantulkan wajah  
Kepingan-kepingannya terlalu tajam untuk ditatap  
Terlalu retak untuk jadi cermin

*Lalu untuk apa ia sekarang?*  
Aku berbisik di antara serpihan

Cermin itu menjawab, suaranya pecah tapi tenang:  
"Aku tidak bisa lagi jadi tempatmu bercermin  
Tidak bisa kembali seperti dulu  
Karena kamu sendiri yang memecahkanku

Tapi aku tidak mengutukmu  
Gunakan aku untuk yang lain

Jadikan aku *mosaik di dinding*  
Tempel tiap keping dengan emas  
Biar orang yang lewat tahu  
Di sini pernah ada yang jujur, lalu patah, lalu dirawat

Jadikan aku *prisma di jendela*  
Aku tidak akan memantulkan wajahmu  
Tapi aku akan memecah cahaya matahari  
Jadi pelangi kecil setiap sore  
Mengingatkanmu bahwa dari retak, bisa lahir warna

Jadikan aku *batas di vas bunga*  
Taruh kepinganku di bawah batu  
Aku tidak memantulkan  
Aku hanya menahan agar air tidak tumpah  
Bekerja dalam diam, tanpa menuntut dilihat

Aku bukan cermin lagi  
Tapi aku masih bisa berguna

0 Response to "CERMIN YANG RETAK"

Post a Comment