di setiap fase hidup kita akan dipertemukan dengan orang yang getarannya sama dengan kita. bukan kebetulan, bukan salah siapa-siapa. mereka datang karena dulu kita satu frekuensi, satu terminal, satu cara memandang dunia.
jadi jangan salahkan masa lalu. jangan salahkan orang yang pernah bergandengan, pernah singgah, pernah jadi bagian dari diri kita. semua itu hadir untuk memantulkan isi di dalam kita. kalau yang datang menyakitkan, itu artinya ada bagian dari diri kita yang juga masih sakit dan minta disembuhkan.
semua mengalir seperti hukum alam. ketika kamu masih di frekuensi sapi, maka yang datang juga sapi. ketika kamu berubah jadi singa, maka yang datang juga singa. ketika kamu mengecil jadi semut, maka lingkaranmu juga mengecil seperti semut. ketika kamu masih liar seperti orangutan, maka yang datang juga yang liar.
dan itu wajar. karena orang berubah, teman berubah, lingkungan berubah, lingkaran berubah, bahkan guru pun berubah. dalam pencarian spiritual kadang kita dipertemukan dengan guru yang kita anggap menipu, toxic, punya sifat npd. pasangan bisa begitu, teman bisa begitu. bukan karena mereka jahat. tapi karena saat itu kita memang ada di frekuensi yang sama dengan mereka. mereka datang sebagai guru yang keras, untuk mengajari kita batas, mengajari kita percaya intuisi, mengajari kita tidak lagi menyerahkan kuasa pada orang lain.
setelah pelajarannya selesai mereka akan pergi dengan sendirinya. pasangan, teman, guru, semua hanyalah cermin.
jadi terima masa lalumu. baik atau buruk, itu semua adalah representasi dari dirimu sendiri. jangan ditolak. karena menolak masa lalu sama dengan menolak bagian dari diri. terima, pelajari, lalu naikkan lagi frekuensimu. biarkan air terus mengalir ke tempat yang lebih tinggi.
0 Response to "*KITA SELALU BERTEMU CERMINAN DARI DIRI KITA SENDIRI* "
Post a Comment